Sabtu, 21 April 2012

HIKMAH CINTA dalam ISLAM


Hikmah dari Cinta:

1. Cinta adalah proses ujian yg keras dan pahit dalam kehidupan manusia.

Apakah cinta itu dalam perjalanannya akan menghantarkannya kepada jalan yg

mulia atau menghempaskannya kepada jalan yg hina.

2. Jika tidak ada cinta maka di dunia ini tidak akan ada inovasi,

pembangunan dan peradaban.

3. Keberadaan cinta merupakan faktor dominan dalam melestarikan eksistensi

manusia dan interaksinya dengan sesama manusia.

# Ketika cinta diarahkan kpd kebaikan, mk cinta dapat membawa keutuhan,

perdamaian, kebaikan pada kehidupan bermasyarakat.

# Cinta yg ditumbuhkan oleh factor keimanan, maka akan menghasilkan

berbagai hal yg mengagumkan. Dapat mengubah sejarah, menegakkan puncak

kejayaan dan kemuliaan dunia. Sebagai contoh adalah kehidupan generasi

muslim pada masa dahulu.

Dan masih banyak lagi hikmah yg lain dari adanya rasa cinta pada diri

manusia.

Fenomena yg timbul dari tingkatan2 cinta yg ada akan menimbulkan efek yg

berbeda

Pada fenomena tingkatan cinta yg tertinggi, maka akan membuat seseorg

dalam hidupnya untuk selalu mendahulukan cinta kepada Allah , RasulNya dan

jihad dijalannya. Dalam kehidupannya sehari2 tidak ada orientasi selain

kepada Allah. Dia akan selalu merasa yakin bahwa segala sesuatu yg telah

Allah tetapkan adalah yg terbaik bagi manusia Bahwa Allah lebih mengetahui

daripada makhluknya. Kemudian, bagi seseorg yg sudah merasakan nikmatnya

iman, maka dia akan selalu meneladani kepribadian Rasulluh, mencintai

Rasululluh, kmdn dia juga akan mencintai jihad dijalanNya. Akan berjuang

dengan segala apa yg dia miliki.

Firman Allah pada Qs. 28:68.

“Rabbmu menciptakan apa yg Dia kehendaki dan memilih (seorg Rasul diantara

hambaNYa). Sekali2 tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan

MahaTinggi dari apa yg mereka persekutukan (denganNya)

Qs. 33: 36

“Tidaklah patut bagi seorg mukmin baik laki2 maupun perempuan jika Allah

dan RasulNya telah menetapkan bagi mereka suatu ketetapan, akan ada bagi

mereka pilihan yg lain dalam urusan mereka…”

Qs.2:140

“Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah?…”

Qs. 2 : 282

“…dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

Adapun dampak yg disebabkan oleh cinta tingkat menengah dalam membentuk

karakter individu, keluarga, dan masyarakat telah amat nyata. Jika tidak

Allah ciptakan cinta pada suami –istri maka tidak akan tercipta keluarga,

tidak akan lahir anak-cucu, tidak akan terjadi proses mengasuh, mendidik

dan memelihara anak.Jika tdk Allah ciptakan cinta pada anak, niscaya dalam

jiwanya tidak akan ada semnagat kekeluargaan, tidak akan kokoh iktakan

kekeluragannnya, tidak akan mengasihi saudaranya. Jika tdk Allah tanamkan

rasa cinta pada manusia maka, mk tidak akan tercipta hubungan social antar

bangsa yg dibangun atas prinsip ta’aruf (saling mengenal)

Dengan demikian cinta tingkat menengah ini amat penting untuk menciptakan

kemashalatan pribadi dan keluarga khususnya dan untuk merealisasikan

kemaahalatan antar bangsa dan seluruh ummat manusia pada umumnya.

Firman Allah tentang hal ini terdapat pada Qs. 49:10

“Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara…”

Qs. 49 : 13

“ Wahai manusia seseungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari jenis

laki2 dan perempuandan Kami telah menjadikan kalian berbangsa2 dan

bersuku2 agar kalian saling mengenal…”

Hadits riwayat Bukhari-muslim

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berbuat

baik kepada tetangganya .., hendaklah dia menghormati tamunya”

Dan masih banyak lagi ayat dan hadist yg menceritakan tentang hubungan

antar manusia.

Fenomena Cinta tingkat rendah

Cinta jenis ini ada beberapa macam:

1. Mencintai thougut dan sesembahan selain Allah, seperti menyembah

manusai, batu dsb.

Qs. 2: 165

“Diantara manusia ada orang2 yg menyembah tuhan2 selain Allah. Mereka

mencintai tuhan itu sebagaimana mereka ( org2 mukmin yg mukhlis) mencintai

Allah. Adapun org2 yg beriman jauh lebih besar cintanya kepada Allah

(disbanding cinta org2 kafir terhadap tuhan2 mereka)…”

2. Menjalin tali kasih kepada musuh2 Allah.

Qs. 60:1

“Hai org2 yg beriman, jgnlah kalian menjadikan musuhKU dan musuh kalian

sebagai teman2 setia, yg kalian sampaikan kepada mereka (rahasia org2

mukmin) karena kasih sayang (kepada mereka), padahal sebenarnya mereka

telah ingkar terhadap kebenaran (kitab dan Rasul) yg datang kepada

kalian..”

3. Mengumbar syahwat dan berkubang dalam Lumpur kekejian dan kehinaan.

Qs.3:14

“Dijadikanlah indah pada (hati) manusia kecintaan kepada apa2 yg diingini,

yaitu wanita2…”

4. Mencintai ayah,ibu,anak, istri, suami, keluarga, karir, tanah air

melebihi cintanya kepada Allah, RasulNya dan Jihad dijalannya.

Qs.9:24.

“Jika bapak2, anak2, saudara2, pasangan2, dan kaum keluarga kalian, harta

kekayaan yg kalian usahakan, perniagaan yg kalian khawatirkan kerugiannya,

dan rumah2 tempat tinggal yg kalian sukai, lebih kalian cintai daripada

Allah, Rasul-Nya dan (daripada) jihad di jalanNYa, maka tunggulah sampai

Allah mendatangkan siksaNya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang2 yg

fasik”

Nabi salallahu ‘alaihiwassalam bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorg dari kalian hingga aku lebih dia cintai

daripada bapak-ibunya, anaknyadan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan

Muslim).

5. Menuhankan hawa nafsunya,

Qs. 45:23

“ Bagaimanakah pendapatmu tentang org menjadikan hawa nafsunya sebagai

tuhannya dan Allah membirakannya sesat berdasarkan ilmuNya?…

Dengan demikian bagi seorang mukmin yg telah diliputi oleh manisnya iman,

maka ia tidak akan rela jika dirinya diliputi oleh cinta pada tingkatan yg

rendah yg akan membunuh karakter manusia dan menghancurkan kemuliaannya.

Bahkan ia akan menjaga kesetiaannya hanya kepada Allah saja. Dia akan

menjaga cintanya untuk tidak akan memberikannya kepada mush2 Islam, Dia

akan menjaga syahwatnya, dan tidak melakukannya dijalan yg bahtil.Dia

tidak akan mencintai kekayaannya, pasangan, anak, orag tuanya,

keluarganya, kedudukannya melebihi cintanya kepada Allah, RasulNya dan

jihad dijalanNya.

Pada akhirnya hanya diri kita sendiri yg akan menentukan pada tingkatan

cinta yg mana kita berada. Dan hal ini hanya Allah dan diri kita saja yg

tahu.

Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita agar tidak terjebak pada cinta

tingkat rendah.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar